AADK: ADA APA DENGAN KLEPON?


        Klepon- Beberapa hari yang lalu media sosial digegerkan dengan postingan MEME yang memiliki judul “Kue Klepon Tidak Islami”. Tentu saja dalam beberapa jam kata Klepon mendadak viral dan menjadi trending hampir di media sosial Twitter. Bahkan hingga tulisan ini Saya tulis kata “Klepon” masih menjadi trending 3 teratas di Twitter. Dari halaman Republika.co.id disebutkan bahwa postingan MEME “Klepon Islami” diunggah pada Senin 20 Juli 2020 malam hari di media sosial Facebook dengan username Erwin Rabbani II. Postingan tersebut pertama kali diunggah pukul 20.31 WIB. Untuk caption dalam postingan tersebut Saya tidak akan mencantumkan. Sebab fokus dalam tulisan ini bukan fokus pada postingan akun facebook tersebut, namun pada dampak yang ditimbulkannya.

                Beberapa pihak banyak yang menduga bahwa postingan MEME “Klepon Islami” hanya bertujuan membuat kehebohan di masyarakat dengan tujuan pengalihan isu politik. Terlepas apakah dugaan tersebut benar atau tidak Saya tidak akan membahas lebih dalam tulisan ini. Tulisan ini fokus pada subjek yang berpartisipasi dalam kegaduhan yang diakibatkan MEME “Klepon Islami” yaitu Netizen. Dalam tulisan ini Saya akan membagikan tips menjadi Netizen cerdas, yang tidak mudah termakan hoax dan gelombang kegaduhan. Yuk simak uraian berikut ini!

1.       Memperhatikan Judul

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah dengan berhati-hati dengan judul yang terkesan provokasi. Bacalah isinya, jangan telan mentah-mentah isi berita. Anda harus mencari referensi berita sejenis dari situs online lainnya. Carilah situs resmi bukan situs abal-abal.

2.       Cermati Alamat Situs

Sebagai netizen cerdas Anda harus mencermati alamat URL Situs dari berita yang beredar. Jika situs belum terverifikasi dan menggunakan domain blog, maka informasinya belum bisa dinyatakan valid.

3.       Memeriksa Fakta

Hal yang perlu dilakukan untuk memeriksa fakta adalah dengan memperhatikan asal berita dan dari siapa sumbernya. Apakah yang mengeluarkan adalah instansi resmi? Sebaiknya Anda cermat memperhatikannya ya!

4.       Mengecek Keaslian Foto

Semakin berkembangnya teknologi informasi, konten teks dan konten foto sangat mudah dimanipulasi. Oleh karena itu sebagai netizen cerdas Anda harus cermat menganalisis keaslian foto yang dijadikan berita.

5.       Bergabung dengan Grup Anti-Hoax

Banyak beredar grup-grup anti hoax di media sosial, misalnya Hasut, Forum Anti Fitnah, serta Hoax (FAFHH), ada juga Fanpage & Group Indonesia Hoax Buster. Dan masih banyak lagi. Ketika sudah bergabung dengan grup, Netizen bisa berdiskusi dan saling bertukar pikiran terhadap isu berita yang tengah beredar.

                Dalam kasus berita “Klepon Islami” tentu saja dari segi judul sangat mengandung kontroversi. Apalagi di Indonesia isu-isu agama sangat mudah “pecah”. Dari segi fakta klepon, Klepon sendiri adalah makanan tradisional yang sudah dinyatakan halal sebab dibuat dari bahan-bahan yang halal. Untuk keaslian foto MEME sendiri, diambil dari situs flickr.com yang diunggah pada tahun 2008 lalu, dengan narasi “Indonesian Food- Klepon-Sweet Rice Balls Stuffed With Coconut Sugar”. Berarti foto dari MEME ini dapat dipastikan main “comot” saja. Dalam MEME “Klepon Islami” dituliskan kredit yang menuliskan adalah Abu Ikhwan Aziz, dan dari penelusuran beberapa grup Hoax tidak menemukan akun media sosial dengan nama Abu Ikhwan Aziz. Barulah beberapa jam yang lalu akun dengan nama tersebut muncul dan terlihat baru dibuat.

Demikian cara menjadi netizen cerdas yang Saya kutip dari website Kominfo. Semoga bermanfaat!

 

Sumber:

Http://zonasultra.com/ini-cara -mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya.html

https://kominfo.go.id/content/detail/8949/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya/0/sorotan_media

http://m.republika.co.id/berita/qdtutk282/pola-akun-penyebar-klepon-tak-islami-posting-viral-hapus

Media Sosial Twitter

 

Tulungagung, 22 Juli 2020

 


Komentar

  1. Klepon haram. GoFood haram. Pesen Klepon di GoFood ah~ awkarin

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Mantan halal, asal dibawa ke KUA dulu πŸ˜…

      Hapus
  3. Naah, sebagai netizen yg bijak harus lebih jeli dalam memilih dan memilah informasi. Saring berkali" sebelum sharing. Biar bibit" hoaxnya terfilter dgn baik.

    Usahakan juga cari sumber bacaan yg memang dapat dipercaya, akurat, dan isinya juga berbobot.
    kalau hanya sekedar mencari sensasi atau berujung pada provokasi... sudah jelas bukan.

    Usahakan juga baca sesuatu sampai habis, agar paham dgn betul apa yg menjadi kata kunci dari isi.
    Untuk meminimalisir gagal paham, lebih" terlalu dini menyimpulkan isi hanya dari memahami judul tulisannya saja.
    hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuul,, terimakasih mas atas tambahan pencerahannya. Buat artikel di warung kopi ternyata banyak sekali godaannya. 😁

      Hapus
  4. Sama.. kita harus latih logika dalam menanggapi informasi salah satunya adalah dengan "bertanya".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih baik bertanya daripada menjawab πŸ˜„ Terimakasih waktunya karena udah mau membaca tulisanku ini

      Hapus
  5. Ω‚Ω„ΩŠΩΩˆΩ† versi islami. Ada lainnya lagi guyonan dari gus di Madura dengan narasi kombin antara klepon tidak islami dan kurma yang islami. Kira-kira begini, "Kalau mau klempon islami, gampang. Ganti gula merah dalam klepon dengan biji kurma" bagaimana cukup islami bukan? Atau cukup kewali songoan penggabungan antara makanan nusantara dengan arab? Hehihehi~

    Salam klepon~

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ˜‚πŸ˜‚ win win solution sekali. Salam Klepon πŸ˜…

      Hapus
    2. Saya bukan mediator maupun konsolidator. πŸ˜ͺ

      Hapus
  6. Parodi receh ala nitije +62 πŸ˜…

    BalasHapus
  7. Mantul blogging...

    Ayo mbak, tingkatkan dengan buat Web sendiri. Siap fasilitasi... Ex: http://nusantarina.online

    Info, Gulut kulon kali..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, ini pak mahfud ya? Boleh pak nanti saya japri via WA πŸ™

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer