APA PUN YANG DATANG DARI-NYA, POKOKNYA DITERIMA AJA!


Sumber Gambar: https://pin.it/7MNUIcEgB

        Januari 2025, tepatnya tanggal 24, di sore hari setelah aku pulang dari Pasuruan. Ku dapati hawa di rumah berbeda tidak seperti biasanya, suasananya menjadi senyap dan dingin. Ternyata di dalam rumah, Ibuku sedang terbaring sakit, Oh pantas, sepanjang perjalanan Pasuruan-Tulungagung beliau tidak membalas pesan Whatsap dari ku. Biasanya, ketika aku berada di luar rumah, terlebih saat perjalanan untuk kepentingan pekerjaan beliau selalu sat set menghubungiku, meskipun hanya sekedar bertanya “Pun maem nopo dereng Nduk?”. Dan ternyata perempuan terhebat dalam hidupku sedang terbaring tidak berdaya.

Tanpa berlama-lama, akhirnya kami berangkat ke dokter, ternyata Ibuk diagnosis Tipes. Memang penyakit datangnya secepat itu, padahal semalam kami masih berkomunikasi intens melalui gawai masing-masing. Kami memutuskan untuk melakukan rawat jalan. Dua minggu berlalu keadaan Ibuk sudah mulai membaik, namun tepat tanggal 7 Februari 2025, ibuk Kembali drop, tanpa pikir panjang kami langsung membawa ke IGD salah satu Rumah Sakit Swasta di kota ini. Sesampainya di sana ternyata IGD sudah penuh dengan pasien. 
Singkat cerita, membutuhkan sehari semalam bagi kami untuk mendapatkan kamar inap. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan oleh pihak Rumah Sakit dengan seksama. Hingga akhirnya empat hari sudah kami menginap di sini, dan melanjutkan rawat jalan. Sebulan lebih kami harus bolak-balik, dari tes satu ke tes lainnya, dari poli satu ke poli satunya. Alhamdulillah kami memanfaatkan dan menikmati fasilitas negara, meskipun memang wajib mematuhi prosedur yang cukup panjang. Akhirnya, disinilah kami, seminggu 2 kali ‘ngapel’ dokter.
Kami berdua adalah sepasang makhluk Tuhan yang sama-sama saling bergantung dan menguatkan. Menikmati setiap takdir yang Tuhan kehendaki untuk kami, rasa Lelah mulai datang namun tidak apa-apa, itu manusiawi. Setiap hari mendapati pemandangan wajah sayu dan kuyu Perempuan terhebat ku, membuat hatiku kian berantakan. Kami sekeluarga berusaha untuk tetap semangat, karena kami tahu perjalanan kami masih panjang. Pengobatan ini memerlukan waktu berbulan-bulan, bahkan bisa jadi tahunan (semoga tidak!).
Menjadi anak perempuan pertama, berarti harus siap menjadi tameng keseimbangan keluarga. Berperan ganda untuk menjadi tetap produktif dan mengurus rumah memang tidak bisa dihindari lagi. Tidak apa-apa, ini semua pemberian Tuhan. Diterima saja! Melalui ujian Kali ini, aku dapat mengambil hikmah, entah apa pun itu, jika pemberian Tuhan diterima saja. Respon diri yang paling tepat terhadap ujian dari Tuhan memang hanya menerima. Entah itu baik atau buruk, yang penting diterima saja. Urusan sabar dan ikhlas, biarlah kami belajar seiring berjalannya waktu. Pesan untuk perempuan terhebat ku, “Mari saling membahagiakan satu sama lain”. 


Tulungagung, 13 Maret 2025. 
_Putri Kecilmu yang sudah tidak kecil lagi_
 

Komentar

  1. Masyaallah kak. Semangat trs yak kak. Yang kuat ya kak. Semoga perjalanan panjang ini membawa berkah. Dan Semoga ibu nya lekas shat kembali. Dan diangkat smua penykitnya. Aamiin🥰
    Peluk jauh dari Tulungagung jg ❤

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer