Setitik Harapan di Tengah PPKM yang Belum Jelas Ujungnya
PPKM yang diperpanjang
terus-menerus menuai pro dan kontra. Memang, kebijakan PPKM membuat pelaku
usaha khususnya usaha pelaku usaha yang hanya beroperasi di malam hari merasa
semakin tercekik. Begitu juga bagi pelaku usaha yang buka dari pagi, jam 8 malam
harus sudah tutup. Dari berbagai bulan, aku merasakan sendiri bahwa pada bulan
Agustus ini memang terasa menyesakkan. Usaha semakin sepi, ruko-ruko semakin
sedikit yang buka, tapi tidak mengapa lah. Syukur bulan ini masih ada dana
untuk membayar kewajiban.
Hari ini secara tidak sengaja aku
bertemu dengan Kak Imam Syafi’i. Kak Syafi’i ini merupakan koordinator satgas
covid di Kabupaten Tulungagung. Di tengah obrolan kami yang ngalor-ngidhul, aku
iseng-iseng melontarkan pertanyaan “Kak, PPKM itu beneran berimbas sama
penurunan angka positif apa enggak sih?” Tanpa menunggu lama aku sudah
mendapatkan jawaban dari beliau “Iya dong jelas! Semenjak PPKM sampai dengan
sekarang angka positif covid menurun, angkanya bergelombang gini (sambil
menirukan gaya gelombang)”. “Gelombangnya tinggi apa enggak kak?” “Enggak,
rendah (lagi-lagi menirukan gelombang rendah)”. “Tapi angka kematian semakin
tinggi, soalnya sekarang masyarakat podo kewedhen lek arepe nek rumah sakit. Jadi
podo lebih milih isoman nek omah dewe-dewe. Engko eroh-eroh lemes, dikirone
kurang mangan, padahal saturasi oksigen turun. Kan lek nek omah enggak di cek (sambil
menirukan gaya mengecek saturasi oksigen).
Sepanjang kami mengobrol beliau
kerap mendapat telfon dari tim nya, awalnya dikira ada tugas pemulasaran
jenazah lagi, tapi ternyata tanya alat. Beliau juga bercerita bahwa ada
permintaan dari beberapa desa untuk pelatihan pemulasaran jenazah pasien
terkonfirmasi positif. Istilah sederhana menurut beliau “briefing Moden”. Untuk
pendapatkan pelatihan pemulasaran jenazah ternyata harus menghubungi tim
satgas, jadi desa mana yang berkenan, maka mengajukan ke satgas. Sehingga
pelatihan pemulasaran jeazah terkonfirmasi positif belum dilakukan secara
serentak seluruh desa di Kabupaten Tulungagung.
Dari obrolan singkat ini,
pengharapan pada masa PPKM yang belum jelas ujung nya semakin nyata. Meskipun
aku belum melakukan penelitian yang sebenarnya, tapi aku percaya, bahwa kebijakan
PPKM benar-benar efektif menekan angka penularan covid 19 di seluruh wilayah
Indonesia. Tetap jaga kesehatan dan kewarasan ya! Semoga sehat selalu...

Komentar
Posting Komentar