Yuk, Sukseskan Mencatat Indonesia “SATU DATA KEPENDUDUKAN INDONESIA” dalam Sensus Penduduk 2020 (SP2020)
SP2020- Tahun 2020 bertepatan
dengan agenda besar 10 tahunan yaitu sensus penduduk. Sensus penduduk 2020
(SP2020) merupakan sensus penduduk yang ke-6 kalinya di sepanjang sejarah
Indonesia. Secara berurutan, sensus penduduk di Indonesia dilaksanakan untuk
pertama kalinya pada tahun 1961, kemudian pada tahun 1971, 1980, 1990, 2000,
2010, dan 2020. Sejak 15 Februari hingga 31 Maret lalu, Badan Pusat Statistik
membuka sensus penduduk online bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tujuan
dari sensus penduduk online ini adalah untuk mengumpulkan data penduduk,
cara pengumpulan data ini memang berbeda dengan sensus pada tahun-tahun
sebelumnya. Informasi tentang sensus penduduk online ini sebenarnya
sudah banyak disebar di berbagai sosial media. Namun, lagi-lagi karena kurang
tahu atau apatisnya masyarakat terhadap program pemerintah ini, jumlah penduduk
yang melakukan sensus penduduk online masih di bawah jumlah yang
ditargetkan.
Misalnya di Kecamatan Campurdarat, dari data yang diinformasikan oleh Koseka Campurdarat Bapak Yosep, bahwa jumlah penduduk yang sudah melakukan sensus online tidak sampai 30% dari jumlah penduduk satu kecamatan. Karena hal ini, sensus penduduk secara online diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2020. Setelah agenda sensus penduduk secara online telah dilaksanakan, pemerintah juga akan melakukan agenda sensus secara tradisional yaitu dengan pencacahan langsung di lapangan. Rencana awal pencacahan lapangan dijadwalkan pada tanggal 1-31 Juli 2020. Namun dikarenakan musibah yang melanda dunia (Pandemi covid-19) jadwal pencacahan lapangan diundur menjadi tanggal 1-30 September 2020. Meskipun dijadwalkan dari tanggal 1-30 September 2020, kegiatan sensus penduduk untuk kegiatan pencacahan di lapangan hanya akan berlangsung selama 15 hari, hal ini digunakan untuk meminimalisir adanya persinggungan secara langsung antara petugas dengan masyarakat. Sedangkan sisa 15 hari setelahnya adalah untuk verifikasi dokumen.
Sejak tanggal 1 September, seluruh petugas pencacah lapangan (PCL) sensus penduduk mulai turun ke lapangan wilayah tugas masing-masing untuk melaksanakan tugasnya. Wah! Gawat nih! Bukankah sangat beresiko apabila melakukan pencacahan dengan kondisi yang masih belum kondusif seperti sekarang? Tenang, masyarakat janganlah panik. Petugas sensus penduduk sudah dinyatakan sehat dan bebas dari virus yang tengah menyebar. Sebab, sebelum petugas diturunkan di lapangan, petugas sudah melakukan Rapid Tes. Apabila ada petugas yang dinyatakan reaktif covid-19, maka secara otomatis calon petugas sensus akan langsung dinyatakan gugur (sebenarnya ada cerita tersendiri ketika saya melakukan rapid tes, tapi lain kali saja saya bagikan). Selain itu, petugas sensus penduduk juga akan mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya selalu menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut hingga dagu, memakai face shield, sarung tangan, selalu menjaga jarak dan selalu membawa hand sanitizer. Hal ini bertujuan supaya petugas sensus dan masyarakat yang disensus sama-sama aman.
Untuk menghindari penyalahgunaan momen oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan ciri khas kepada petugas sensus yang akan turun di lapangan. Diantaranya adalah membawa tas punggung hitam dengan logo BPS dan SP2020, menggunakan tanda pengenal yang dilengkapi dengan barcode (bisa discan untuk mengetahui identitas petugas sensus), menggunakan rompi biru tua dengan logo BPS, SP202 dan pada bagian punggung terdapat tulisan “PETUGAS SENSUS”, dan membawa surat tugas dari BPS kota/kabupaten setempat. Jadi, jangan suudzon ya apabila ada petugas sensus yang datang ke rumah Anda. Pastikan apakah petugas sensus mengenakan ciri-ciri di atas atau tidak. Apabila tidak sesuai dengan ciri-ciri di atas, maka Anda perlu melaporkan kepada ketua RT setempat. Namun, apabila petugas sensus yang datang sudah sesuai dengan ciri-ciri di atas, maka sebaiknya Anda menerimanya sebaik mungkin, biasanya mendapatkan secangkir kopi, hehehe maaf bercanda. Anda tidak perlu menyuguhkan kopi untuk petugas sensus, cukup berikan jawaban yang sebenarnya dan apa adanya. Anda tidak perlu takut dalam menjawab, sebab seluruh jawaban Anda adalah data yang bersifat rahasia. Sehingga aman. Ayo, sukseskan Mencatat Indonesia menuju “SATU DATA KEPENDUDUKAN INDONESIA”!
Tulungagung, 2
September 2020


Alhamdulillah, ikut serta membantu program pemerintah melalui sensus penduduk tahun 2020, via online bulan" kemarin.
BalasHapusAlhamdulillah😊
Hapus