PEMBINAAN GUGUS DEPAN KEPRAMUKAAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

 

    Kegiatan Pembinaan Gugus Depan Kepramukaan Kabupaten Tulungagung dalam rangka Peningkatan dan Pengembangan Kegiatan Kepemudaan Tahun 2020 digelar oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa tanggal 22 September 2020, pukul 16:00 WIB sampai selesai. Lokasi kegiatan ini yaitu berada di Lotus Garden Tulungagung, Jalan Pahlawan II Nomor 23 S, Ketanon Tulungagung. Peserta kegiatan pembinaan gugus depan kepramukaan ini terdiri dari seluruh Pembina pramuka se Kabupaten Tulungagung. Mulai dari golongan pra Siaga, Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.

Alasan diadakannya kegiatan pembinaan Gugus Depan Kepramukaan ini adalah dalam rangka memberikan fasilitas, bimbingan Kepramukaan di Kabupaten Tulungagung tahun 2020. Dalam kegiatan ini Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung menghadirkan narasumber Prof. Dr. Suyatno, M. Pd., selaku Waka Kwarnas (selanjutnya disebut dengan Kak Yatno). Kegiatan pembinaan Gugus Depan Kepramukaan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Drs. Hariyo Dewanto Wicaksono, MM., Dalam sambutannya, Bapak Hariyo menyebutkan akan mendukung segala bentuk kegiatan kepramukaan yang ada di Gugus Depan, meskipun beliau mengakui bahwa beliau belum begitu mengerti tentang Kepramukaan. Kepramukaan bagi Beliau adalah hal yang baru.

Dalam materi yang disampaikan oleh Kak Yatno, ada beberapa poin yang menurut saya menarik (ini menurut saya ya, beda otak beda penilaian). Poin pertama yang Kak Yatno angkat adalah tentang adanya kesalahan anggapan antara Gugus Depan dengan Sekolah. Selama ini sebagian besar orang beranggapan bahwa Gugus Depan sama dengan sekolah. Gugus depan adalah milik sekolah. Tetapi faktanya, Gugus Depan bukan milik sekolah, tetapi milik Kwarcab. Sayang sekali semalam saya tidak sempat mencatat tentang asal-usul Gugus Depan dari materi yang disampaikan oleh Kak Yatno. Dan inilah kekurangan dan kesalahan saya L

Poin kedua, metode Pramuka digunakan di sekolah dalam kurikulum K13. Sebab tidak semua mata pelajaran bisa diselesaikan di sekolah. Misalnya dalam mata pelajaran Keagamaan, shalat Subuh. Shalat Subuh tidak bisa diajarkan di sekolah, karena sekolah dimulai pukul 07:00 WIB sampai dengan sore. “Anak-anak materi kita hari ini Shalat Subuh, Ayo Shalat Subuh!” padahal saat itu sudah jam 8 pagi, mana ada Shalat Subuh jam 8 pagi? Nah, disinilah metode pembelajaran kepramukaan bisa diaplikasikan. Anak-anak bisa shalat subuh di rumah. Contoh lainnya adalah dalam pelajaran siang dan malam, ada seorang guru yang mempraktek kan siang dan malam dengan media Globe dan senter. Senter digunakan untuk menyorot Globe, kemudian guru menyatakan “Nah pada bagian yang tidak terkena sinar ini disebut malam anak-anak, dan yang terkena cahaya senter ini disebut siang”. Apakah praktek semacam ini cukup? Tentu saja tidak, dengan metode Pramuka coba ajak anak berkemah, kemudian tunjukan secara langsung “Ini lah yang dimaksud dengan malam dan inilah siang”. Dengan belajar langsung dari alam akan lebih masuk dipikiran dan benak anak-anak. Pramuka Wajib dalam K13 memiliki 3 tema yaitu aktualisasi metode-metode kepramukaan, sistem blok dan reguler (kegiatan pramuka tetap berjalan seperti apa adanya).

Poin ketiga, Tujuan akhir dari pramuka itu hidup bahagia dan mati bahagia. Apabila seorang pramuka belum hidup dan mati bahagia berarti pramukanya belum penuh. Syaratnya yaitu harus: a) Seorang pramuka itu harus happiness, artinya harus selalu riang gembira dan tidak boleh susah. “Duwe utang seneng, gak duwe utang yo seneng. Duwe bojo seneng gak duwe yo gak popo nyantai! Jadi disini senang disana ya senang. Seorang Pembina Pramuka belum disebut sebagai Pembina Pramuka kalau belum happiness; b) Healthy, artinya selalu sehat. Misalnya dalam hal makanan, harus paham efek dan dampak dari makanan yang sudah dimakan. Apabila pagi sudah mengonsumsi daging ayam, maka sebaiknya malam hari tidak diulangi mengonsumsi lagi, supaya tidak ada gangguan kesehatan. Dalam hal olahraga misalnya, pastikan untuk bergerak paling tidak seminggu 2 kali; c) Handicraft, yaitu mempunyai karya. Maksudnya yaitu pramuka memiliki pekerjaan, memiliki hal yang dikerjakan. Entah apa saja yang penting “ukil”, ada saja yang dikerjakan; d) Helpful, artinya saling membantu, saling peduli kepada sesama (brotherhood). Apalagi dijaman serba online sekarang ini, memiliki jaringan yang banyak adalah salah satu kunci.

Poin Keempat, Pembina dan guru itu berbeda. Guru adalah agen pembelajaran pendidikan formal, sedangkan Pembina adalah agen pembelajaran pendidikan non formal. Sehingga akan berbeda cara, Guru fokus pada perkembangan pelajaran sedangkan Pembina fokus pada perkembangan mental. Sehingga Pembina tidak boleh menyampaikan pelajaran, karena scout is not science. Pembina harus memberikan permainan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Artinya pendidikan didalam pramuka dibungkus didalam permainan. Kalau di sekolah kan tidak, langsung menyampaikan pelajaran.

Poin Kelima, metode kepramukaan di Indonesia ditambahi dengan sistem among, artinya bagaimana menempatkan diri, baik itu di depan, ditengah, atau di belakang. Sehingga dengan sistem among, seorang pramuka di mana pun berada harus bermanfaat bagi lingkungan nya. Seorang pramuka tidak boleh tidak berkarya di mana pun tempatnya, meskipun tidak memiliki jabatan apa pun, meskipun hanya seorang rakyat biasa.

Poin Keenam, teori gelap terang. Dalam 200 murid, yang berada didalam posisi terang hanya sekitar 20 orang, yang berada di posisi temaram berjumlah 50 orang, dan yang di posisi gelap 130 orang. Posisi yang terang ini bisa diibaratkan sebagai sebuah mutiara yang hanya perlu dihembus saja. Posisi yang temaram diibaratkan sebagai mutiara yang perlu digosok tidak akan cukup jika hanya dengan dihembus. Sedangkan posisi gelap diibaratkan sebagai mutiara yang perlu dikerok. Kemudian, jika ada lomba atau kegiatan lainnya, pasti yang berangkat adalah murid yang berada di posisi terang. Ketika reuni pun yang dibicarakan juga yang berada di posisi terang, yang berada di posisi gelap malu untuk datang. Hal inilah yang perlu diubah, sebaiknya pendidik mulai perhatian dengan murid-murid nya yang berada di posisi gelap.

Poin Ketujuh, ‘mantra’ ajaib. ‘Mantra’ ajaib tersebut berbunyi “Apa guna keluh kesah! Apa guna keluh kesah! Pramuka tak pernah bersusah, apa guna keluh kesah!” Kak Yatno mengaku bahwa berkat ‘mantra’ inilah beliau bisa melewati dan menghadapi segala tekanan hidup selama ini. Kak Yatno merupakan salah satu penulis yang produktif, berpuluh-puluh judul buku telah selesai beliau tulis. Blog pribadinya sendiri juga telah memiliki ratusan artikel. Bahkan channel youtube beliau juga sudah mencapai target subscribe dan target jam tayang.

Dalam kegiatan Pembinaan Gugus Depan Kepramukaan Kabupaten Tulungagung tersebut para peserta tetap mematuhi protokol kesehatan. Wah, tidak terasa ternyata sudah terlalu panjang perjalanan hari ini. Saya sudahi saja ya, dari pada kepanjangan nanti malah tidak tersampaikan maksud dan tujuan tulisan ini. Semoga tulisan ini bermanfaat. Selamat hari rabu dan Salam Pramuka!!!

 

By: Pembina yang masih belajar membina

 

Komentar

  1. Asekkk... Bahasanya bisa diterima dgn baik, dan materinya lengkap bgt.. harus belajar menulis dg kak Inama nih kayaknya .

    Meskipun begitu, ada beberapa hal yg saya garis bawah.i.. td katanya duwe bojo seneng, Ra duwe bojo Yo rapopo,, Kuwi salah.. 😱😂
    Seng bener Yo duwe bojo seneng, Yen tlra duwe Yo Ndang golek.. 🤗🤗😅

    Pokoke semangat terus kak Inama, semoga makin sukses.. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kakak, sudah mampir...Hehehehe, enggeh kakak abis ini nyari. Buat Kak Wahyu juga semoga sukses selalu.. Aamiiin

      Hapus
  2. Selamat berjuang
    Tetap semangat
    Semoga generasi muda
    Semakin kuat

    Salam Pramuka !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat dan selamat berproses kakak Mun-mun :-) Terimakasih udah mampir..

      Hapus
  3. Siiip... Tulisan yang bagus sekali 👍👍👍
    Terus berkarya, semoga semakin bagus blognya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kakak,, semoga kakak juga semakin sukses... Aamiin

      Hapus
  4. Pramuka... secara pribadi kurang begitu aktif mengikuti kegiatannya.
    Tapi ada banyak hal yg masih tetap teringat dan terkenang sampai sekarang.
    hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti selalu ingat sewaktu MOGD ya mas, hehehehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer