REKONSTRUKSI CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA
Cinta Pada Pandangan Pertama- Di tengah kebingungan saya mencari ide menulis, tiba-tiba salah satu lirik lagu yang sedang saya dengarkan ketika ngopi menggelitik imajinasi saya. Lirik lagu tersebut adalah "Oh .. Inilah cinta pada pandangan pertama yang kurasa....". Dengan kecepatan penuh saya mencoba mencari siapa penyanyi dan apa judul lagunya. Dengan kecanggihan google saya terbantu, halaman pencarian google pada gawai yang sedang saya pegang menampilkan nama dan judul lagu tersebut. Kuputar dan kuulang-ulang lagu yang ternyata berjudul "Dari Mata" ini. Waah, enak juga ternyata lagunya. Lagu dengan aransemen ceria yang menunjukkan seseorang sedang kasmaran karena cinta pada pandangan pertama yang dia alami. Saya secara pribadi tidak percaya dengan istilah cinta pada pandangan pertama. Namun, tidak salahnya apabila saya mencoba merekonstruksi istilah tersebut, tentu saja rekonstruksi versi saya yang begitu sederhana. Dalam istilah cinta pada pandangan pertama Saya beranggapan bahwa yang memiliki peran penting adalah aspek pandangan pertama. Aspek pandangan pertama memiliki keterkaitan dengan melihat segala hal secara dalam, alih-alih secara untuk pertama kalinya.
Pandangan pertama adalah momen
membuka rahasia dimana ada perasaan yang menyatu secara singkat. Momen ini
melanda subjek dan objek tanpa adanya halangan. Mark Nepo mengungkapkan bahwa
pandangan pertama merupakan momen pandangan-Tuhan, pandangan hati, dan
pandangan jiwa. Pada tingkat yang paling nyata dan paling dalam, pandangan pertama
menjadi ide sepanjang masa. Buktinya adalah pandangan pertama selalu mengalami
pengulangan. Hal ini bisa dianalogikan seperti ketika seseorang bangun tidur
setiap hari. Secara teratur setiap kali bangun tidur seseorang akan kembali
pada momen pandangan pertama sejalan dengan kebangkitan jiwa orang tersebut.
Kapanpun dan dimanapun seseorang
bisa melihat dengan pandangan “alami” yang dimilikinya. Tanpa ada halangan apapun
di kehidupan sekitar dan sehari-hari, seseorang tidak mungkin tidak
mencintai/menyukai apa yang telah mereka lihat. Dari pemaparan ini harusnya
kita bisa melihat secara mendasar dan bisa membuka mata lebih lebar sehingga
tidak ada lagi perbudakan dalam cinta atau yang ngetrend dengan istilah
“Bucin-Budak Cinta”. Konsep mendasar dari mencintai adalah dengan melihat dunia
dimana tempat kita menjadi bagian karya cipta di dalamnya yang penuh dengan
kehidupan dan selalu berkesinambungan. Sehingga bisa disimpulkan bahwa
disinilah letak manifestasinya, pada pandangan pertama kita bisa menemukan
cinta, pada pandangan yang masih alami atau original inilah hati kita disentuh
oleh cinta yang ada di dalamnya.
Pandangan Pertama bisa juga disebut
dengan ambang yang selalu hadir di dalam kemegahan pada sesuatu. Yang secara
tegas memiliki keindahan, hal inilah yang terjadi pada seseorang sewaktu memandang
orang lain. Seseorang bisa jatuh ke dalam keindahan yang manis atas kehadiran
sesuatu. Dalam konteks lain, pandangan pertama juga bisa menumbuhkan cinta
dalam kehidupan sehari-hari sebab pengulangan yang terjadi. Misalnya yaitu
ketika seseorang memandang dirinya sendiri dengan benar, memandang dunianya
dengan benar, serta sadar terhadap Tuhannya Semesta Alam. Seseorang dapat
menemukan cinta pada pandangan pertama setiap harinya, bukan hanya pada konteks
romantisme tetapi juga cinta platonis.
Ketika kita bekerja selama
bertahun-tahun dengan orang yang sama. Namun dikarenakan sesuatu hal tiba-tiba
kita memandang ada sesuatu yang berbeda dari orang tersebut, misalnya wajahnya
yang tiba-tiba bercahaya karena setelah wudhu. Dan disinilah untuk pertama
kalinya hati kita menghangat dan untuk pertama kalinya kamu merasakan cinta
kepada orang tersebut. Faktanya bukan pertemuan pertama yang mengambil peran
penting, meskipun hal ini juga bisa saja terjadi. Namun lebih pada pertama kali
munculnya pandangan.
Yuk, kita coba mempraktekkan cara
Mark Nepo menemukan cinta pada pandangan pertama berikut ini!
- Mari kita pejamkan kedua mata, menghirup nafas
sedalam-dalamnya dan keluarkan selembut mungkin. Fokus kan pikiran pada
pandangan masa lalu, pandangan ketika kita pada posisi paling terpuruk,
serta pandangan masa depan
- Dengan masih memejamkan mata, rasakan hembusan
angin yang sepoi-sepoi menerpa wajah dengan dingin
- Rasakan detak jantung dan biarkan dia membawa
kita kepada pandangan pertama
- Pada momentum dimana kita merasa autentik meskipun
hanya singkat, bukalah kedua mata dan membungkuklah dengan penuh cinta
pada hal pertama yang kita lihat.
Hayoo, hal pertama apa yang kalian lihat? Bisa berbagi dengan
saya lewat kolom komentar? J
Tulungagung, 12 Agustus 2020

Ada dia Inama, soalnya saya lagi duduk bareng sama si diaš¤©
BalasHapusYa Allah romantisnya :-) nanti kalau sudah halal patut dicoba, hehehe
HapusSuami tercinta. Klo hari ini pertama terlihat bocil kesayangan
BalasHapusAlhamdulillah, jatuh cinta berkali-kali dengan kekasih halal ya bu :-)
HapusPatut dijajal,. Hhh
BalasHapusMonggo :-D
Hapus