HATI-HATI DENGAN RINDU
Rindu-Salah
satu momen dimana seseorang menjadi melankolis dan begitu puitis adalah dikala
rasa rindu muncul begitu saja tanpa aba-aba. Secara ilmiah, rindu diakibatkan
oleh meredanya produksi hormon dopamin, oksitosin dan serotonin di dalam tubuh.
Hormon-hormon ini akan diproduksi ketika seseorang sedang merasakan
ketertarikan kepada seseorang. Atau istilah ngetrend nya adalah ketika
seseorang sedang kasmaran. Penyebab meredanya hormon-hormon tersebut diatas yaitu
sedang berada jauh dari orang yang dicintai. Ketika rasa rindu muncul,
seseorang akan merasa ingin bertemu dengan seseorang yang dicintai.
Mengutip
ungkapan Gabrielle Lichtermen dari Hormone Horoscope yang ditulis pada
halaman IDN Times, Hormon Dopamin memiliki keterkaitan dengan rasa sakit,
hasrat dan bahagia apabila sedang
bersama orang yang dicintai. Keadaan ini memiliki keterkaitan dengan
hormon yang berperan dalam pengendalian suasana hati, stress dan nafsu makan
yaitu hormon serotonin. Ketika seseorang tengah bersama dengan orang dicintai
maka akan membuat suasana hati menjadi baik dan tidak stress, begitu juga
sebaliknya, ketika seseorang sedang tidak bersama (berjauhan) dengan orang
dicintainya, maka akan merasakan rasa tidak nyaman sehingga suasana hati
menjadi tidak baik. Mekanisme kedua hormon diatas ternyata memiliki dampak pada
hormon oksitosin yang memiliki keterikatan dengan ikatan emosional antara orang
satu dengan orang lainnya. Sehingga apabila sudah bertemu dengan orang yang
dirindukan akan membawa rasa lega dan bahagia kepada orang yang sedang
merindukan.
Pada dasarnya perasaan rindu
adalah rasa yang manusiawi dan tidak berbahaya. Setiap orang pasti pernah
merasakan rindu entah kepada siapa ataupun apa. Rasa rindu yang didefinisikan
menjadi bahaya yaitu yang menyebabkan rasa ketidakbahagiaan serta stress.
Apalagi sampai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Secara ilmiah dampak dari
stres adalah kemampuan untuk fokus berkurang, imun tubuh buruk, hingga susah
mengendalikan emosi sehingga susah berpikir jernih. Selain itu, dampak nyata
dari keadaan ini adalah adanya peningkatan produksi hormon kortisol.
Peningkatan ini bisa menyebabkan otak menjadi lebih agresif untuk melawan
penyebab stres, sehingga kualitas tidur Anda akan menjadi buruk. Seperti yang
sudah kita ketahui bersama, bahwa kualitas tidur yang buruk adalah awal dari
dimulainya berbagai masalah kesehatan dan mental.
Bukankah di dalam Islam sudah disebutkan bahwa apa pun yang serba berlebihan itu tidaklah baik! Seperti dalam hadits dari Ibu Ma’ud ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan”, Rasulullah menyebutkan sebanyak 3 kali (hadits tersebut), baik sebagai doa untuk kehancuran mereka (orang yang berlebih-lebihan) atau untuk mengabarkan berita tentang kehancuran mereka. Faktor penyebab dari rindu yang berlebihan diantara nya adalah:
- Memiliki hati kosong sebab tidak diisi dengan rasa cinta kepada Allah SWT, jarang berzikir dan bersyukur
- Tidak menjaga pandangan, padahal salah satu penyebab kesedihan dan kecemasan hati adalah tidak menjaga pandangan
- Tidak merasakan bahagia yang disebabkan karena ibadah yang telah dilakukannya
Berikut ini adalah cara
yang bisa dilakukan sebagai penawar rindu, yaitu:
- Menyibukkan diri dengan aktivitas dan kegiatan yang positif. Sebab dengan melakukan aktivitas dan kegiatan positif akan membuat otak bekerja dan berkreasi dan hal ini efektif menciptakan perasaan bahagia.
- Menjaga pandangan. Dengan menjaga pandangan Anda akan terhindar dari hal-hal yang menyebabkan kesedihan, dan terhindar dari hal-hal yang membuat Anda tidak sabar.
- Menghindari tempat yang sering disinggahi oleh seseorang yang sedang dirindukan dan tidak terus-terusan mengingatnya
- Menyibukkan diri dengan amal sholeh/sholehah, dan
- Menikah sesuai dengan ajaran syariat.
Nah, itu tadi sedikit tulisan saya
yang begitu sederhana. Semoga kita semua terhindar dari kerinduan yang
unfaedah. Apakah ada yang rindu dengan keadaan yang normal senormal-normalnya
(bukan new normal)? Sama, saya juga rindu!
Tulungagung, 26 Agustus
2020
By: Seseorang yang
sedang belajar mengelola rindu

Tulisan yang mantap. Motivasi saya untuk mengelola rindu. Rindu pada anak
BalasHapusyang berat bukan rindu tapi restu~
BalasHapusRindu dalam diam.
BalasHapusDiam-diam telah merindukan.
Datangnya secara diam-diam.
Tanpa pemirsi.
Tanpa basa-basi.
Rindu bukan sebuah ambisi.
Namun, ia adalah kata hati.
Yang diam-diam menyusup dalam relung hati.
Meminta agar segera terobati.
Rindu bukan karena salah waktu.
Karena aku.
Atau mungkin diri(mu).
Sebab, rindu datang dgn begitu tulus yang meminta agar segera berujung temu.
(Misalnya).
hehe
Rindu beriaaattt,. In,.
BalasHapusJadi ingat Miss U Like Crazy nya The Moffats yang rilis 1998. Sudah lahir belum In? 😅
BalasHapusKetika angka 1998 muncul, saya jadi ingat kalimat ini "Piye, penak jamanku to?" didalamnya mungkin juga terdapat kerinduan, bu? :l
HapusAku lagi rindu.
BalasHapus