Istimewa! Liburan Colongan ke Jogja

 

Haaii,

Aku membutuhkan waktu hampir 1,5 tahun untuk merealisasikan cerita singkatku pasca liburan ke Jogja November tahun 2021 lalu.

Memang, rasa excited nya sudah mulai pudar. Namun, percayalah bukan Jogja namanya jika tidak meninggalkan kesan Istimewa.

Meskipun ceritaku ini nanti terbilang basi, tapi setidaknya ada beberapa hal yang nantinya bisa kalian ambil hikmah ya!

Tenang, tulisan ini nantinya tidak akan seberat jurnal ilmiah, aku sengaja nulis seringan mungkin kok! 

Oke! Langsung saja ya!

Flashback November 2021

Ceritanya nih ya, aku sama keponakan sedang merencanakan liburan dadakan di tengah kesibukan masing-masing.

Setengahnya rencana liburan kami ini serba dadakan. Hanya sekedar "Ayok ke Jogja" dan "Ayok", saat itulah kami berangkat.

Kami berangkat pukul 07.00 WIB dari Tulungagung, molor dari jadwal yang sebelumnya kami ingin berangkat subuh-subuh.

Supaya nanti sampai tujuan tidak kesorean. Rencana tujuan pertama kami adalah salah satu pantai di Jogja untuk menikmati sunset.

Namun apalah daya, keriwehan menyiapkan bekal pun menjadi alibi kami untuk mengsahkan kemoloran jadwal keberangkatan.

Pukul 08:00 WIB kami sampai di Trenggalek, dan menyempatkan untuk mampir di waduk baru yang saat itu belum di resmikan oleh Pemerintah Daerah setempat. 

Kami sengaja memarkirkan mobil dan mencari tempat di pinggir jalan yang aman dan mendapatkan spot pemandangan yang menakjubkan. Kami menggelar tikar dengan hidangan bekal seadannya. 

Setermos nasi hangat dengan ayam kecap pedas menjadi menu yang saat itu tidak ada dua nya, tidak lupa lalapan beberapa nanas.

Nuansa yang sudah mulai terasa dingin dengan sesekali suara hewan gunung menambah nikmatnya sarapan kami di pagi itu, Alhamdulillah.

Setelah selesai menikmati sarapan yang tidak biasa ini, kami melanjutkan perjalanan, menuju Ponorogo, dan entah kemana lagi.

Perjalanan kami saat itu bisa di bilang serba nekat, kami hanya bermodal google map. Berharap tidak disasarkan. Huhuhuhu

Entah mulai sampai daerah mana, hujan rintik-rintik, hingga intensitas deras menghiasi perjalanan kami. Saat melewati daerah Gunung Kidul, terasa seperti naik roller coaster.

Bagaimana tidak, hujan turun begitu deras, dan saat itu kami sedang berada di atas gunung, dengan medan yang sama sekali tidak dikenal.

Saat itu kami merasa dilema, antara mematikan AC di mobil dan membuka sedikit jendela mobil. Sebab jika AC tidak dimatikan jalanan menanjak masih terus kami lalui, sedangkan jika kami mematikan AC artinya kami harus membuka sedikit jendela. Tentu saja konsekuensinya percikan air hujan akan masuk ke dalam mobil.

Akhirnya kami memutuskan untuk mematikan AC dan membuka sedikit jendela. Pukul 14:33 WIB kami sampai Parang Tritis (dengan sebelumnya me-skip tujuan pantai yang pertama). Sampai di sini kami masih disambut dengan gerimis gemricik.

Ekspektasi pingin ini itu. Gugur sudah. Akhirnya kami memutuskan untuk menuntaskan hasrat menikmati berbagai jajanan di sini. 

Setelah puas menikmati jajan dan berjalan-jalan kecil di Parang Tritis, kami melanjutkan perjalanan ke Gumuk Pasir.

Meskipun masih gerimis, di sini kami tetap nekat untuk memuaskan hasrat eksis. Kami mengambil momen untuk berfoto sebanyak mungkin.

Barulah setelah gerimis mulai tumbuh menjadi semakin deras, kami memutuskan untuk menuju penginapan.

Saat masih dalam perjalanan, kami mulai googling dan mencari penginapan. Dan akhirnya kami memutuskan untuk menginap di Hotel Nugraha. 

Selain karena tergiur harga promo, kami juga mencari hotel dengan nuansa rumahan dan memiliki tempat parkir yang luas.

Puluk !9:30 WIB kami sampai di hotel. Daaan ketika sampai di hotel kami melongo, lokasi nya bernuansa rumah sekali, dengan pohon-pohon besar menjulang tinggi. dan satu lagi, parkiran luas layaknya rumah-rumah di desaku.

Baru saja keluar dari mobil kami langsung tahu, kalau saat ini yang ada di hotel hanyalah rombongan kami satu-satunya. 

Lokasi resepsionis berbeda dengan lokasi hotel, resepsionis berada di bangunan sebelah dengan pintu gerbang tersendiri.

Horor? Iya dong tentu saja! Berdasarkan hal inilah aku berani menanyakan perihal kegundahan hatiku kepada bapak-bapak resepsionis "Pak, yang nginep di sini hanya kami ya?" dan bapaknya dengan sabar menjawab "Tidak mbk, ada kok rombongan lain, tapi datangnya nanti malam".

Mendengar jawaban bapak resepsionis membuat hatiku sedikit tenang. Kemudian kami diantar ke kamar, kami langsung membersihkan diri, dan bersiap untuk mencari makan malam dan tentu saja berburu oleh-oleh di Mallioboro.

Tahun 2021 Mallioboro masih banyak dipenuhi penjaja makanan dan oleh-oleh barang soalnya. Tidak seperti sekarang.

Lagi-lagi gerimis romantis menemani perajalanan kami di Malioboro. Apa saja yang kami lakukan di Malioboro? ya tentu saja makan, njajan, foto, beli oleh-oleh dan sebagainya.

Sudah puas main hujan-hujanan di Mallioboro akhirnya kami kembali ke hotel. Setelah ini aku akan kasih review hotel yang kami tempati ya.

Sejujurnya aku dan keponakan suka dengan hotel ini. Selain fasilitasnya yang cukup lengkap dan memang kami butuhkan, harganya juga murah banget.

Entah di malam hari jam berapa, kami mendengar keriuhan rombongan yang datang. Berarti benar kata resepsionis tadi. Akhirnya aku tenang untuk menikmati tidur di hotel ini.

Paginya kami langsung cek out, namun terlebih dahulu kami mampir lagi ke Malioboro untuk mencari sarapan. Kalau ke Jogja belum makan Gudeg rasanya belum lengkap bukan!

Kemudian kami mencari oleh-oleh lagi, dan begitulah pola liburan kami. Lagi-lagi hujan masih menemani liburan kami. Buat kalian yang mau liburan, jangan lupa untuk mengecek prediksi perkiraan cuaca ya! ini ternyata penting banget loh!

Saat perjalanan pulang kami berencana untuk menikmati perjalanan, tidak tergesa. Jadilah ba'da maghrib kami masih berada di atas gunung di daerah Ponorogo. 

Keadaan seperti ini sebenarnya membuatku kurang nyaman. Sepanjang perjalanan mulud kami tidak hentinya membaca shalawat Nabi Muhammad SAW.

Alhamdulillah, kami sampai Tulungagung dengan selamat, sekitar pukul 20:30. Dan kalian tahu? Pas sampai di rumah itulah, ban mobil kami gembos.

Untungnya gembos nya pas kami sudah sampai rumah, bukan pas di atas gunung tadi. Terimakasih Tuhan :-)

Nah, itu tadi sedikit ceritaku pas liburan colongan di Jogjakarta. 


Inama A.s


Komentar

Postingan Populer