Pramuka MAN 1 Tulungagung Torehkan Prestasi di Tengah Pandemi

 

                                                    Sumber: Dokumetasi Pribadi Penulis

Pembatasan saat pandemi tak sedikit pun mengikis semangat juang adek-adek pramuka MAN 1 Tulungagung saat mengikuti Festival Pionering yang diadakan oleh Racana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kegiatan perlombaan yang diadakan oleh Racana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ini bertajuk Festival Pionering Pramuka Penggalang dan Penegak Se-Jawa Timur dengan tema Jalma Ksatria Pramuka Ing Pancaraka Kartika. Jenis mata lomba yang dilombakan diantaranya yaitu lomba pioneering, Teknologi Tepat Guna (TTG), dan juga Scout’s Yel Competition. Kegiatan ini diselenggarakan pada Hari Minggu-Sabtu, Tanggal 29 Agustus sampai dengan 4 September 2021, Pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai melalui media Zoom Meeting.

Festival Pionering Pramuka Penggalang dan Penegak Se-Jawa Timur yang diadakan oleh Racana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung diikuti oleh 14 pangkalan penggalang dan 24 pangkalan penegak dari wilayah Jawa Timur. Mekanisme masing-masing perlombaan dilakukan secara online melalui media Zoom Meeting. Khusus untuk mata lomba pioneering, untuk 5 pangkalan yang mendapatkan nilai 5 besar akan dilakukan visitasi ke pangkalang masing-masing. Tujuannya tentu saja untuk menentukan pioneering pangkalan mana yang dianggap berhak mendapatkan nilai tinggi. Selain nilai tertinggi, kriteria juara mata perlombaan pioneering juga meliputi juara pioneering tervaforid (ditentukan dengan jumlah like terbanyak di akun resmi Racana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kemudian ada kategori juara untuk pioneering terkokoh dan simpul paling tepat.

Pada mata lomba pioneering, Pramuka MAN 1 Tulungagung membuat pioneering replika Candi Bima dengan jumlah 200 tongkat. Macam-macam simpul yang digunakan yaitu simpul tambat, pangkal, jangkar dan kembar. Sedangkan ikatan yang dipakai diantaranya ikatan palang, silang, canggah, kaki 3 dan 4 serta ikatan kumparan. Dalam penilaian tahap pertama, Pionering yang dibuat oleh adek-adek Pramuka MAN 1 Tulungagung berhasil masuk 5 besar, sehingga berhasil menjadi salah satu pangkalan yang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan penilaian tahap kedua, yaitu visitasi dari dewan juri dan panitia. Selain pangkalan MAN 1 Tulungagung, empat pangkalan lain yang mendapatkan kesempatan visitasi yaitu pangkalan MA NU Gondang Legi (A), SMA Al-Hikmah Bululawang Malang, SMAN Bareng Jombang, dan SMK 1 Pogalan (A). Dari hasil visitasi, Pramukan MAN 1 Tulungagung mendapatkan juara pioneering dengan kategori pioneering terkokoh.

Dalam mata lomba Teknologi Tepat Guna (TTG), Pramuka MAN 1 Tulungagung membuat alat handsanitizer otomatis dari bahan toples bekas. Pada perlombaan TTG ini Pramuka MAN 1 Tulungagung mendapatkan nilai pada urutan 4 teratas (maksudnya enggak masuk 3 besar hehehe). Sedangkan pada mata lomba Scout’s Yel Competition Pramuka MAN 1 Tulungagung berhasil mendapatkan nilai dengan urutan 2 tertinggi. Nilai tertinggi pada mata lomba Scout’s Yel Competition diraih oleh pangkalan SMK Negeri 3 Tulungagung.

Nilai juara umum pada Festival Pionering Pramuka Penggalang dan Penegak Se-Jawa Timur diambil dari nilai murni tertinggi. Nilai akhir dari perlombaan menunjukkan bahwa juara umum diraih oleh Pangkalan MAN 1 Tulungagung. Alhamdulillah, dari awal perlombaan Pembina sekaligus pendamping perlombaan ini selalu mewanti-wanti untuk tidak hanya fokus untuk menjadi pemenang semata. Memang, salah satu tujuan mengikuti perlombaan adalah untuk menang, namun jangan sampai lupa, bahwa ada hal yang tak kalah penting dari sekedar menjadi pemenang, yaitu mendapatkan pengalaman dan ilmu baru dari panitia, dewan juri dan juga peserta lainnya. Terlepas dari segala bentuk pembatasan yang masih gencar dilakukan oleh pemerintah di segala lini kehidupan, namun semangat juang adek-adek Pramuka MAN 1 Tulungagung tidak kenal luntur. Meskipun selalu dicereweti oleh pembinanya untuk selalu jaga kesehatan dan selalu mematuhi protokol kesehatan ketika latihan. Secara pribadi saya mengucapkan Kalian Luar Biasa! Semoga keadaan kembali membaik, dan seluruh pembatasan dilonggarkan. Terasa menyesakkan, ketika mereka harusnya bisa menjalankan program kerja dan bergelut bersama alam namun harus dibatasi dan ditunda. Terimakasih sudah bersedia membaca tulisan ini. J

                                                Sumber: Dokumetasi Pribadi Penulis

Komentar

Postingan Populer