Tidak Semua yang Biasa Menjadikan Terbiasa

 

Oleh: Inama Anusantari

    Situasi dan kondisi yang mengharuskan hampir seluruh penduduk dunia menjalankan kehidupan sehari-hari dengan cara baru, atau yang biasa disebut dengan “New Normal” semenjak mewabahnya virus Covid-19 di tetapkan sebagai pandemi global. Hal biasa yang dilakukan oleh Sebagian besar masyarakat yaitu memakai masker, kemana-mana membawa handsanitizer, dan juga jaga jarak. Tentu saja hal yang biasa ini lambat laun menjadi kebiasaan. Contoh sederhananya, orang tua ku di rumah, seumur-umur tidak pernah menggunakan masker. Namun semenjak anjuran protokol Kesehatan didengungkan oleh berbagai pihak, sekarang ini Ketika beliau-beliau akan bepergian ke luar rumah selalu memakai masker. Meskipun tetap saja ada oknum yang mengabaikan anjuran protokol Kesehatan.

    Semenjak pandemi covid-19 merebak di permukaan, istilah tess kesehatan untuk mendeteksi ada atau tidak paparan virus di dalam tubuh juga semakin di kenal. Diantaranya yaitu istilah rapid tess dan swab tess. Rapid tess sendiri juga dikenal sebagai tes serologis. Jenis-jenis rapid tess sekarang ini juga bermacam-macam, diantaranya yaitu rapid tes antibodi, dan rapid tes antigen biasanya juga disebut dengan swab antigen. Kedua tes ini dianggap memiliki keakuratan hasil di bawah tes swab, yaitu swab PCR. Untuk biaya pun tentu saja beda, dari info terbaru untuk biaya rapid tes antigen sebesar kurang lebih Rp. 200.000,00 (di salah satu laboratorium swasta di Kabupaten Tulungagung). Sedangkan untuk biaya swab PCR kurang lebih sebesar Rp. 1.000.000,00.

    Semenjak pandemi covid-19 mulai merebak, sudah terhitung tiga kali saya menjalani rapid tess, yang pertama kali pada tahun 2020, kemudian dua kali pada tahun 2021. Mungkin memang terkesan biasa bagi sebagian orang, namun tetap bagi saya pribadi hal ini tidak juga menjadikan saya menjadi terbiasa dengan rapid tess. Apalagi untuk dua Rapid Tess yang terakhir, saya menjalani Rapid Tess Antigen. Takut, cemas tentu saja selalu hinggap. Bahkan untuk tes yang terakhir, yaitu pada hari Senin tanggal 24 Mei 2021 kemarin, saya cukup kepikiran dengan hasil Rapid tess. Mengingat masih banyak tanggungan yang harus saya selesaikan pada hari Ahad. Hal ini tentu mewajibkan saya untuk begadang hingga larut malam. Belum lagi keadaan asam lambung yang beberapa hari ini “ngambeg”.

    Sebelum pergi menjalani rapid tess, tidak lupa saya meminta doa kepada Ibu. Mendoakan supaya nanti hasilnya negative atau non-reaktif. Rasa yang ditimbulkan saat rapid tess emang tidak seberapa, namun hasil dari rapid tess itu sendiri yang sebenarnya saya takutkan. Membayangkan jika hasilnya positif bagaimana nanti keluarga saya. Memang seharusnya saya sudah siap, bagaimana pun hasilnya. Tapi tetap saja, rasanya tidak siap. Hehehe Untuk tips apa saja yang harus dilakukan sebelum rapid tess, saya hanya bisa memberikan sedikit tips, diantaranya yaitu 2 minggu sebelum rapid tess sebaiknya rajin mengonsumsi susu beruang, mengonsumsi permen strepsils setiap hari minimal 1 butir, setiap hari sebelum tidur, biasakan menyiapkan irisan bawang merah dan taruh di bawah kolong tempat tidur. Kemudian yang paling terakhir, menyeduh minyak kayu putih dalam air panas, hirup dalam-dalam. Udah gitu aja, mungkin memang tips ini unfaedah, tapi ini beneran saya lakukan ketika akan Rapid tess selama ini. Salam Sehat!! Terimakasih


Komentar

Postingan Populer